MENGENANG 56 TAHUN PERJALANAN GEREJA KRISTEN INJILI DI TANAH PAPUA.

Artikel Add comments

Syaloom…….., salam damai dan sejahtera dalam nama Yesus Kristus Kepala Gereja Kristen Injili di Tanah Papua untuk kita sekalian, umatnya di negeri ini.
” Tanpa sumber daya manusia yang memadai dan tanpa dana, tidak menjadi penghalang yang sangat berarti untuk berdirinya sebuah gereja di tanah ini ”. itulah GKI ……  Gereja Kristen Injili, 56 tahun silam.
Hari ini Jumat, 26Oktober 2012 seluruh umat Gereja Kristen Injili di Tanah Papua yang tinggal di kota, pinggiran kota hingga pelosok kampung terpencil dengan pola dan cara masing-masing…., mengucap syukur kepada Tuhan Allah Yang Maha Tinggi atas anugerah dan berkatnya yang telah tercurah kepada kita semua untuk merayakan hari ulang tahun ke 56 gereja kristen injili di tanah papua.
Setelah satu abad atau 101 Tahun perjalanan pekabaran Injil Kristus Yesus di bumi Papua, negeri yang awal mulanya diliputi kegelapan hidup baik secara jasmaniah maupun terlebih utama kehidupan rohaniah penghuni pulau Papua, namun demikian benih injil yang ditanam di negeri ini oleh kedua hamba Allah Pdt. John Gotlof Geissler dan Pdt. Carl Ottow bagaikan satu butir atau satu biji tanaman, maka injil itu terus berkecambah tumbuh subur, berakar kuat ditengah-tengah semak belukar di tanah Papua ini, dan hasil nyata yang hari ini, dan di tempat ini, kita duduk dan berdiri, lihat dan rasakan, adalah berdirinya sebuah wadah Gereja Kristen Injili di Tanah Papua.
Memang, Injil itu adalah kekuatan Allah, kekuatan yang mengalahkan segala macam tantangan, hambatan dan kesulitan sebesar dan sekuat apapun. karena kekuatan Injil, moyang-moyang… suku-suku di Papua tahu dan kenal Allah … Tuhan yang menciptakan alam semesta. karena kekuatan injil orang Papua dibaptis, karena kekuatan Injil orang-orang Papua dari berbagai suku hidup berdamai, hidup rukun bersama, saling mengenal dan mengasihi. Karena kekuatan Injil itu orang-orang Papua mengenal pendidikan, karena kekuatan Injil itu, 101 tahun kemudian berdirilah GKI sebagai gereja mula-mula bagi orang-orang Papua di negerinya. karena kekuatan Injil Yesus Kritus itu, orang Papua kenal pemerintahan yang mulai dipimpin anak-anak Papua sendiri sejak tahun 1969 dan karena kekuatan Injil itu jugalah yang menghadirkan Pemerintahan Provinsi Papua Barat.
Buah dari kekuatan Injil sebagaimana telah saya sebutkan satu persatu tadi adalah tanda-tanda mujizat Allah, tanda-tanda heran, hal-hal besar yang menakjubkan, yang terjadi diluar kemampuan kita. Inilah bagian dari pernyataan iman Pdt. Isak Samuel Kijne…. bahwa “barang siapa yang bekerja jujur di tanah ini, ia akan melihat satu tanda heran ke tanda heran yang lain”.
GKI lahir, berawal dari proto sinode gereja kristen injili di tanah papua di serui, tahun 1954 dimana dibentuk sinode persiapan yang kurang lebih dua tahun mempersiapkan berdirinya gki di tanah papua, secara iman kita yakini bahwa gki lahir, hidup, tumbuh dan berkembang dibawah nauangan kemahakuasaan tuhan allah pencipta alam semesta melalui yesus kristus kepala gereja gki di tanah papua, atas kehendaknya, maka pada tanggal 26 oktober 1956, di hollandia binen (abepura) menjadi saksi adanya harapan bagi segenap orang papua untuk menjadi satu umat dalam gki di tanah papua yang mendambakan untuk memiliki sebuah wadah gereja sebagai tempat bernaung dan beribadah kepada tuhan sumber pengharapan yang abadi itu.
Kita mesti bangga, karena sekalipun Gereja Kristen Injili ( GKI ) di Tanah Papua lahir, tumbuh dan berkembang di masa-masa sulit, harus menghadapi masa peralihan, menghadapi berbagai macam tantangan dan gejolak politik, ekonomi, sosial-budaya….., namun demikian GKI terus dituntun dan diberkati Tuhan untuk berkarya merintis dan membuka ladang pekabaran Injil sejak tahun 1956 melanjutkan pekerjaan zending. Gereja Kristen Injili di Tanah Papua tercatat sebagai gereja mula-mula orang asli Papua yang membuka belukar, semak duri kehidupan di negeri ini.
Kita juga mesti bangga bahwa dalam kurung waktu 13 tahun, GKI menjadi sebuah wadah tunggal yang telah berjasa dalam menata dan membina kehidupan orang-orang asli Papua pada masa awal peralihan zending / gereja maupun peralihan Pemerintahan Hindia Belanda kepada NKRI Tahun 1963 menuju terbentuknya Provinsi Otonom Irian Barat dengan 9 kabupaten otonomnya pada tahun 1969, GKI telah ada dan berkarya menyiapkan sumber daya manusia asli Papua yang kelak kemudian memimpin pemerintahan pada tahun 1969.
Gereja Kristen Injili di Tanah Papua pada usia ke 56 Tahun dengan kekuatan Injil dan pertolongan Roh Kudus, pekabaran Injil telah menelusuri pesisir pantai, pulau-pulau, air payau, hutan belantara, gunung dan lembah di tanah papua, sehingga telah menghadirkan suatu perubahan tatanan kehidupan seluruh masyarakat di Tanah Papua. Kita yakin bahwa kekuatan Injil dari Firman yang dibaca, diresapi dan dilaksanakan tentunya dapat menyelamatkan sekaligus membawa perubahan hidup warga masyarakat yang adalah juga umat Tuhan.
Kemitraan pemerintah dan gereja untuk mewujudkan kehidupan yang aman, damai dan sejahtera dapat kita capai bersama melalui kerja keras dan pelayanan yang optimal sehingga dapat menghadirkan suasana kehidupan yang diharapkan itu, dengan tetap mempertahankan dan mengedepankan karakteristik nilai-nilai agama dengan takut akan Tuhan, dan yang tidak kalah pentingnya dalam kehidupan berjemaat, bermasyarakat dan berbangsa adalah saling mengahargai, santun, bersahabat dalam setiap interaksi sosial kemasyarakatan.
Dengan komitmen kuat, kerja keras serta dalam kehendak Tuhan, maka sesulit apapun perencanaan dan pekerjaan pelayanan yang kita laksanakan akan menjadi mudah untuk dikerjakan, dengan kata lain untuk mencapai hasil dari sebuah pekerjaan, tidaklah semudah membalikkan telapak tangan melainkan ada campur tangan Tuhan didalam setiap proses kerja pelayanan kepada umat Tuhan yang dilakukan oleh gereja dari waktu ke waktu.
Pemerintah Provinsi Papua Barat dengan kemampuan yang dimiliki selalu memberikan perhatian dalam setiap pekerjaan pelayanan keagamaan, bantuan-bantuan terhadap aktivitas gereja, pembangunan gedung gereja, dan pastori dari berbagai denominasi gereja bahkan antar lembaga keagamaan, dan secara khusus ikut memfasilitasi pembangunan tugu atau situs pekabaran Injil di pulau Mansinam bersama pemerintah pusat yang ditargetkan penyeselesaiannya sebelum Tahun 2014.
Sejalan dengan tujuan dibentuknya Provinsi Papua Barat, yaitu “untuk mendekatkan pelayanan pemerintah kepada rakyat” maka, Pemerintah Provinsi telah, sedang dan terus membangun prasarana transportasi melalui jalur darat, antar kabupaten telah dibangun secara bertahap : Manokwari – Sorong; Maibrat – Bintuni; Sorong – Tambraw; dan Sorong Selatan – Maybrat telah dilalui. saat ini sedang dibangun lagi jalur Manokwari – Wasior, Bintuni – Kaimana, dan Fakfak, dengan demikian diharapkan masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas jalan darat yang terbangun itu untuk aktivitas ekonominya, juga demi kelancaran pelayanan pendidikan dan kesehatan, sekaligus juga turut memudahkan dan memperlancar pelayanan pekabaran injil serta dapat meningkatkan aktivitas ekonomi warga gereja, pelayanan pendidikan dan kesehatan warga gereja sesuai programnya.
Sebagai akhir dari tulisan ini, saya berharap kiranya di usia yang ke 56 tahun ini, GKI di Tanah Papua terus meningkatkan misi pelayanannya melalui penguatan daya dan dana baik dari dalam maupun dari luar dengan lebih membangun kerjasama yang efektif ke depan. Pemerintah Provinsi Papua Barat butuh kerjasama yang efektif dari seluruh lembaga-lembaga keagamaan, secara khusus GKI dalam hal pembinaan mental spiritual, iman rohani warga jemaat yang adalah juga warga penduduk Papua Barat.
Saya juga berharap kiranya kita terus membangun rasa kebersamaan, kekompakkan dan kerjasama, marilah bergandengan tangan agar semangat tanpa pamrih terus terjalin harmonis mejadi dasar dan motivasi kepada kita semua dalam meningkatkan pelayanan baik oleh pemerintah maupun oleh warga GKI di Tanah Papua sesuai dengan Tema HUT GKI ke 56 Tahun 2012 ini yaitu “ Dipersatukan Dalam Ikatan Kasih“ (yoh. 17:1-26; ef. 4:11-16).
Akhirnya saya mengucapkan selamat merayakan 56 Tahun usia GKI di Tanah Tapua, Tuhan Allah Yang Maha Kuasa melalui Yesus Kristus Tuhan dan Kepala Gereja, menuntun, membimbing dan memberkati, warga GKI dalam tugas dan karya, ………… amin.

WP Theme & Icons by N.Design Studio
Entries RSS Comments RSS Masuk log